inicio mail me! sindicaci;ón

Anak gw lahir..

Alhamdulillah,, sebuah kalimat pertama yang terpikirkan setelah momen kritis itu berlalu. Sebuah momen yang membuat haru biru hati ini. Momen tentang detik-detik bermulanya satu nafas kehidupan dari sebuah perjuangan hidup dan mati. Selayaknyalah kita sebagai anak manusia yang pernah dilahirkan juga oleh ibu kita, merasakan bahwa jasa mereka melahirkan kita tidak akan pernah terbayar lunas oleh kita dengan cara apapun. Pantaslah diharamkan perlakuan yang melukai perasaan sang ibu oleh anaknya walaupun hanya dengan sebuah kalimat acuhan pendek.

Setelah melewati proses yang sulit direportasekan disini, di sisa-sisa tenaga terakhir si ibu, akhirnya anak manusia itu berhasil lolos dari lorong sempit dan elastis dengan bantuan 3 orang (tidak termasuk yang lagi cerita). Satu bidan bantu mengolah dari lubang mecky, dua lainnya bantu dorong di perut.

Sungguh hati ini trenyuh bercampur lega saat menyaksikan sebuah kepala bayi menyembul dari lubang mecky, dibarengi erangan dan darah sang ibu. Terdengar kata-kata ungkapan syukur dari para pelaku pembantu kelahiran yang sebelumnya tampak tegang dan terkesan panik karena sulitnya proses ini. Dalam sekali tarik tubuh bayi ditarik keluar dari lubang sempitnya dipindahkan sementara ke atas perut si ibu.

Ini belum berakhir,, proses selanjutnya makin menambah ngilu hati. Bayi itu terlihat lemas, pucat dan kebiru-biruan. Nampaknya dia tertahan terlalu lama di dalam, sehingga kondisinya menyedihkan seperti ini. Berbagai pertolongan darurat pun dilakukan, dari penyemprotan oksigen ke hidung dan mulut sampai pemberian nafas buatan dari mulut ke mulut. Alhamdulillah, usaha itu berhasil, bayi mulai tersedak dan mulai mengeluarkan suara tangisannya. Tangisan dari mulut kecil itu tak henti-hentinya, sampai sang ayah melantunkan lirih azan di telinga kanannya, tangisan itu mendadak berhenti, entah kenapa, mungkin cuma dia dan Penciptanya yang tahu,, mungkin,,,

Koleksi pic selengkapnya tentang momen di atas bisa dibrowse di sini..

Puji syukur kami sampaikan ke hadiratNya atas izin dan kuasaNya kepada kami untuk merawat dan membesarkan amanah ini.

Terima kasih tulus kami sampaikan untuk :
Bidan Yeye

Bidan Iyus Sarmili
Satu pembantu kelahiran yang kami belum tahu namanya.
Tanpa kalian kami tidak tahu apa yang terjadi pada bayi pertama kami…

Semoga Allah membalas lebih atas jasa kalian di persalinan ini.

Amin,,,

Foto-foto close up bayi kami bisa dilihat di sini..